Sabtu, 18 Februari 2012

Suaka Rhino Sumatera (SRS), penangkaran yang menyerupai Habitat Asli di Taman Nasional Way Kambas Lampung


                                                                        Oleh:Rifqi R Hidayatullah
                                                      NIM :E34100090

Suaka Rhino Sumatera (SRS), penangkaran yang menyerupai Habitat Asli di Taman Nasional Way Kambas Lampung
Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatranensis) adalah mamalia berkuku ganjil (Perrysodactila), dan merupakan salah satu dari beberapa Badak yang ada di dunia. Fischer telah memberi marga Dicerorhinus kepada Badak Sumatera. habitat Badak Sumatra adalah daerah tergenang diatas permukaan laut sampai ke daerah pegunungan. Pada awalnya Badak  Sumatera hidup di Kalimantan, Sumatra, Semenanjung Malaysia, Burma, Kamboja sampai Vietnam tapi sekarang hanya ada di Sumatra dan Semenanjung Malaysia saja.
Secara taksonomi Badak Sumatra dapat di klasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Sub Phylum     : Vertebrata
Super Kelas     : Gnatostomata
Kelas               : Mammalia
Super Ordo     : Mesaxonia
Ordo                : Perissodactiya
Super Family   : Rhinocerotides
Family             : Rhonocerotidae
Genus              : Dicerorhinus
Spesies            : Dicerorhinus sumatranensis Fischer, 1814


       
Gambar 1. Dicerorhinus sumatranensis dalam penangkaran di SRS
Popolasi Badak Sumatera berdasarkan data jejak (foot print) yang terdapat di habitat asli Taman Nasional Way Kambas (TNWK) hanya berjumlah 15-25 Ekor, di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) sebanyak 60-80 ekor dan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) tinggal 2-3 ekor dari hasil survey tahun 2005. karena populasinya yang semakin sedikit maka banyak gagasan untuk pembinaan Badak di luar kawasan alami atau ex-situ, tidak hanya di dalam negeri tapi di luar negeri seperti Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikatpun melakukan penangkaran.
Tabel 1.Penangkaran Badak Sumatera di Taman Satwa
No
Negara
Lokasi Penangkaran
Jantan
Betina
Jumlah
1
Indonesia
ü  Taman Satwa Ragunan Jakarta
0
1
1
ü  Taman Satwa Wonokromo – Surabaya
0
1
1
ü Taman Safari Indonesa-Bogor
1
1
2
Jumlah
1
3
4
2
Inggris
ü  Prt.Lympne
1
1
2
ü  Jumlah
1
1
2
3
Malaysia
ü  Malaca
1
2
3
ü  S.Dusun
1
4
5
ü  Sepilok
3
1
4
Jumlah
5
7
12
4
Amerika Srikat
ü  Cincinnati
1
1
2
ü  L.Angeles
0
1
1
ü  S.Diego
1
1
2
Jumlah
2
3
5

Jumlah

9
14
23
Sumer: Taman Safari Indonesia
Dari tabel diatas terlihat sebanyak  23 Badak jantan maupun betina di coba untuk di kembang biakan, namun  hanya Cincinnati Zoo yang mampu melahirkan anak Badak Sumatra bernama Andalas. Kenapa SRS tidak mampu melahirkan anak badak? Ini di mungkinkan karena kurang memperhatikan Protokol (Tatacara Sistem Penangkaran) yang telah di Susun dalam Lokakarya Internasional khusus Badak Sumatera dan Jawa di Indonesia yang melibatkan pakar Badak dari seluruh dunia pada bulan Oktober 1991.   
Tujuan Utama SRS (Suaka Rhino Sumatera)
SRS (Suaka Rhino Sumatera) di bangun pada tahun 1996 dan Badak Sumatera mulai masuk pada tahun 1998. SRS di bangun untuk pengembangan populasi Badak Sumatera, jika SRS berhasil mengembangbiakan Badak Sumatera maka akan di kembalikan ke habitat alaminya.

Kandang Penangkaran
Badak senang sekali berkubang, dan kubangan Badak umumnya di temukan pada daerah yang datar dengan panjang kira-kira 2 meter sampai 3 meter. Badak berprilaku pendiam dan penyendiri atau soliter, umumnya  pergerakan Badak diam-diam. Masa kehamilan Badak Sumatra berkisar anatara 16-18 bulan.
            Penangkaran merupakan salah satu cara pelestarian, Penangkaran adalah hal yang perlu mendapatkan perhatian sedini mungkin untuk di wujudkan, karena potensi habitat yang mulai berkurang yang berdampak  mengurangnya penunjang reproduksi. Hal  pertama yang di lakukan adalah mengambil Badak Sumtra dari habitat asli atau dari kebun binatang, Jika mengabil dari habitat asli di lakukan dengan cara pembiusan. obat bius yang di gunakan untuk mebius Badak India dan Badak Putih Afrika adalah campuran ethorpine dan acetyl promazine dapat digunakan dengan hyoscine, dosis yang digunakan ethorpine sebanyak 2 mg / kg BB tapi penggunaan obat bius pada Badak Jawa belum pernah di coba sama sekali. Hal lain yang perlu di perhatikan dalam penangkaran satwa adalah datangnya penyakit, dan sumber penyakit atau infeksi yang biasa menyerang Badak Sumatra adalah dari makanan, air, manusia, alat yang di gunakan dalam mengambil pakan, tempat yang tidak memenuhi syarat, tikus, burung dan serangga tertentu sebagai agen pemindah penyakit. Beberapa penykit yang sering di temukan di kebun binatang adalah helminthiesis, endocarditis, coliform diarrhea, hepatitis biliari. Dalam usaha penangkaran Badak, kandang harus di buat sealami mungkin seperti habitat di alam agar satwa tidak stres, dengan demikian Badak  dapat melakukan aktivitas seperti biasa layaknya di habitat asli. Di dalam kandang Badak harus ada tempat berkubang yang berisi air lumpur, Kandang di buat tidak terlalu besar, setiap kandang sebaiknya di tanami pohon yang mirip dengan habitat aslinya, pagar kandang di buat agak jauh, sehingga sekeliling kandang agak luas dan badak leluasa bermain dan berkubang.
           
Keberhasilan
Sampai tahun 1997 keberhasilan penangkaran hanya 70% dan Badak Sumatera yang di distribusikan ke kebun binatang di Amerika Serikat, Inggris dan Malaysia banyak yang mengalami kematian. Sejak 1997 di SRS telah di tangkarkan sepasang Badak Sumatera (Torgamba-Bina) yang berasal dari Hewlett Zoo Inggris dan Taman Safari Indonesia. Di samping itu SRS juga di jadikan breeding center yg di harapkam menjadi pusat penelitian Badak Sumatera. Walau terjadi perkawinan 10 kali yang terjadi di SRS tapi sulit terjadi kehamilan karena berbagai faktor. Semoga saja Java Rhino Study Conseration Area (JRSCA) tidak bernasib sama seperti Suaka Rhino Sumatera (SRS).
Daftar Pustaka
Ahmad, Marizal.(tahun tidak di ketahui).Dampak pengembangan Suaka Badak      Sumatera Terhadap Ekosistem Taman Nasional Way Kambas.Artikel.Yayasan Mitra Rhino.Lampung
Djuri, Sudarsono.2009.Badak Sumatera (Dicerorhinus sumateranensis) Juga          Salah Satu Titipan Tuhan bagi Bangsa Indonesia.Cahaya Wana.Edisi 14      tahun 2009.
Handayani.2008.Analisis DNA Mitokondria Badak Sumatera dalam Konservasi    Genetik.Tesis.Magister Sains.Pascasarjana IPB.
Ramon, S. Widodo.2003.Semiloka Masa Depan Pengembangan Badak Sumatera (            Dicerorhinus sumateranensis Fisher 1814) di Suaka Rhino Sumatera         Taman Nasional Way Kambas Lampung di Bogor, September 2003.
Suzzana, Erna, Wresdianti Tutik.1991.Penangkaran Badak di Tinjau dari Segi        Penyakit.Media Konservasi.September 1991: 3(35-39). 

Selasa, 31 Januari 2012

tugas rae


Nama             : Rifqi Rahmat Hidayatullah
NRP                : E34100090
Mata Kuliah            : Rekreasi Alam dan Ekowisata

Responden:

Nama                                      : Azhar Anas
Tempat tanggal lahir            : Tapanuli, 17 Juni 1988
Umur                                      :23 Tahun
Pekerjaan                               :Mahasiswa
Agama                                    :Islam
Alamat                                    : Wisma Krakatau, Babakan Lebak RT.02 RW.05
Balumbung Jaya, Bogor Barat 16610
Asal                                         :Muara Dua, Sumatra Selatan

Tabel Perhari
No
Waktu
Kegiatan
Waktu
1

Senin
Rapat
06.00-08.00
Penelitian
09.00-15.00
Diskusi
Tidal Tentu
Kegiatan Kosan dan Istirahat
Tidak tentu

Tabel Perminggu
No
Waktu
Kegiatan
1
Senin
Rapat Pagi,
2
Selasa
Ngerjain laporan PKL
3
Rabu
Rapat
4
Kamis
Ngerjain Laporan PKL
5
Jum’at
Ngerjain Laporan PKL
6
Sabtu
Jalan-jalan
7
Minggu
Jalan-jalan

Tabel Perbulan
No
Waktu
Kegiatan
1
Minggu Pertama
PKL (Pabrik Plywood- Kalimantan Timur)
2
Minggu Kedua
Bantu orang tua
3
Minggu Ketiga
Silaturahim
4
Minggu keempat
Mengerjakan Laporan PKL

Tabel Pertahun
No
Waktu
Kegiatan
1
Januari
Kuliah
2
Februari
Kuliah
3
Maret
Kuliah
4
April
Kuliah dan penyambutan mahasiswa baru
5
Mei
Kuliah dan penyambutan mahasiswa baru
6
Juni
Kuliah dan penyambutan mahasiswa baru
7
Juli
PKL
8
Agustus
PKL
9
September
Ngerjain laporan PKL
10
Oktober
Penelitian dan merintis usaha
11
November
Penelitian dan merintis usaha
12
Desember
Penelitian dan merintis usaha

Kesimpulan:
 saran wisata yang cocok untuk saudara Azhar Anas dalam mengisi waktu luang adalah outbound dan wisata wisata arung jeram.
 Hal ini disesuaikan  dengan latar belakang mahasiswa ini sebagai organisatris dan mahasiswa aktif yang disibukan dengan tugas PKL dan organisasinya maka saya menyarankan wisata Outbound dan Wisata arung jeram untuk saudara Anas karena manfaatnya adalah
outbound
1. Melatih rasa percaya diri.
2. Membangun kerjasama dan kepercayaan satu sama lain dalam tim.
3. Melatih kecepatan, ketepatan, bekerja dengan effisien.
4. Membiasakan dalam iklim persaingan.
5. Menerima dengan fair kekalahan.
6. Menerima instruksi dan melaksanakannya.
7. Membangun semangat lahirnya ide dan kreatifitas.
8. Melatih jiwa kepemimpinan.
9. Terampil menggunakan sumber daya yang ada dan terbatas untuk hasil yang maksimal.
10. Mambangun pribadi yang pantang menyerah.
12. Membentuk pribadi yang mempunyai inisiatif.
13. Melatih kemampuan komunikasi dan bersosialisasi.
Dan yang teerpenting adalah kembali menuju fresh
Manfaat Arung jeram
Ketika melintasi jeram, seseorag  akan berteriak keras, seolah-olah terlepas dari semua masalah. Anda pun akan merasa excited dan stres yang membebani pikiran akan hilang.
Di harapkan setelah mencoba wisata ini saudara  Anas A. Akan kembali ke kreatif.

Sumber: